METRO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menjadikan Kota Metro sebagai salah satu kota untuk pengembangan budidaya ikan tematik.
Hal ini dikatakan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi KKP RI, Fernando Jongguran Simanjuntak saat bertemu Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso di Kantor Pemkot Metro, Rabu (26/8).
Kepala BBPBAT, Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan, budidaya ikan tematik merupakan salah satu program prioritas KKP RI yang akan dikembangkan di 40 ribu titik di seluruh Indonesia. Dimana, Kota Metro menjadi salah satu target program prioritas tersebut.
“Program ini selaras dengan program kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan saat ini kami sedang dalam proses mencari calon penerima lokasi, dan pada periode pertama ini salah satunya berada di Provinsi Lampung, termasuk Kota Metro,” katanya.
Dia menyampaikan, pertemuan dengan Wali Kota Metro beserta jajaran ini untuk mendapatkan dukungan pemerintah daerah, sehingga program budidaya ikan tematik dapat dikembangkan secara optimal di tingkat kelurahan.
“Kami berharap Wali Kota beserta jajaran dapat menyiapkan kelurahan-kelurahan yang nantinya bisa menjadi lokasi pembangunan budidaya ikan tematik berupa Recirculating Aquaculture System (RAS),” jelasnya.
Fernando menjelaskan, program pengembangan ikan tematik dirancang dengan konsep satu kelurahan satu titik.
Kota Metro memiliki 22 kelurahan dan dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penghasil ikan air tawar yang dapat mendukung kebutuhan wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur.
Menurut dia, implementasi program tersebut tidak hanya berpotensi memperkuat ketersediaan sumber protein masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui kegiatan budidaya ikan.
“Harapan kami, jika program ini berjalan di Kota Metro, kota ini akan memiliki swadaya protein berupa ikan. Kemudian, ini juga dapat menjadi mata pencaharian masyarakat serta menyuplai berbagai kebutuhan, salah satunya SPPG untuk mendukung pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” paparnya.
KKP, lanjut dia, akan memberikan dukungan berupa penyediaan sarana dan prasarana serta pendampingan dalam pelaksanaan program yang pengelolaan dan operasional budidaya diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat melalui kelurahan masing-masing.
Melalui sinergi ini, Pemkot Metro diharapkan dapat memanfaatkan potensi sektor perikanan secara lebih optimal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan usaha masyarakat.
“Dan mendukung ketersediaan protein hewani secara berkelanjutan,” terang Fernando.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap program budidaya ikan tematik yang diinisiasi KKP Republik Indonesia.
Menurut Bambang, program jni sejalan dengan upaya Pemkot Metro dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi sektor perikanan yang dimiliki daerah.
“Tentunya kami siap mendukung pelaksanaan program ini dengan mendorong keterlibatan kelurahan dan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan budidaya ikan tematik,” ujarnya.
“Dukungan ini akan ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama perangkat daerah terkait untuk memastikan kesiapan lokasi serta masyarakat yang nantinya menjadi penerima manfaat program,” imbuh Bambang.
Wali kota menambahkan, sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan survei ke sejumlah lokasi di wilayah Kota Metro untuk melihat potensi dan kesiapan lahan yang dapat dikembangkan sebagai titik budidaya ikan tematik.
“Survei ini diharapkan dapat menghasilkan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan program, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya. (Red)











